Setelah PDKT gebetan “menghilang”, kok bisa?

SETELAH pendekatan berbulan-bulan, setelah sikap hangat dan mengesankan, setelah rasa tertarik diperlihatkan, ternyata pria incaran menghilang begitu saja. Siapa yang salah? Belum tentu sikap kamu yang salah, Babes. Bisa jadi dia yang memiliki masalah. Seperti apa? Ini paparannya menurut pakar percintaan James Allen Hanrahan seperti dikutip dari Your Tango.

1. Bersama dengan Kamu Hanyalah Kewajiban
Beberapa pria merasa hubungan asmara yang dijalaninya hanyalah keterpaksaan karena tidak pikir panjang saat menyatakan cinta. Mungkin di awal-awal masa pendekatan si dia merasa nyaman dan menyayangi kamu. Namun seiring berjalannya waktu sang pria baru menyadari kalau perasaannya ternyata tidak cukup dalam menyayangimu.

Alhasil kebersamaan hanya jadi sebuah kewajiban karena status ‘pacar’, atau sekadar tidak enak hati karena terlanjur dekat. Lama kelamaan jiwanya seperti terpenjara dan dia mencoba segera lepas. Usahanya itu biasanya dilakukan dengan perlahan-lahan mengurangi intensitas komunikasi dan pertemuan, hingga akhirnya hilang tanpa kabar.

2. Tidak Bisa Memutuskan Dia Ingin Bersama Kamu atau Tidak
Sebelum pria ‘menghilang’, dia akan bertanya pada dirinya sendiri: “Apakah aku merasa harus bertahan di hubungan ini atau karena aku memang tertarik padanya?”

Jika dia saja masih mempertanyakan hal itu, maka pria tersebut tidak benar-benar serius menjalin hubungan. Saat masih dalam tahap pendekatan, rasanya tidak terlalu penting jika kamu mempertanyakan hubungan mau dibawa ke mana. Tinggalkan saja dan temui pria yang tulus memberikan hatinya untuk Anda. Tapi bila sikap ‘timbul-menghilang’ ini terjadi setelah berpacaran, ada baiknya kamu memperjelas status hubungan secepatnya.

3. Perlu Ruang untuk Menyadari Perasaannya
Bagi pria, ketertarikan pada wanita terjadi ketika ia merasa kamu orang yang menyenangkan untuk menghabiskan waktu bersama-sama. Perasaan ini biasanya dirasakan di awal-awal perkenalan atau pertemuan.

Saat pria tak lagi merasakan hal itu ketika bersama kamu, dia akan membutuhkan ruang dan waktu sendiri untuk menyelami perasaannya. Begitu yakin akan hatinya dan ternyata kamulah yang dia butuhkan dan benar-benar sayangi, maka tak akan ada keraguan dia bakal kembali. Tapi bila dia tak kunjung kembali, jangan tunggu lama-lama dan move on secepatnya sebelum perasaan cinta jadi lebih dalam.