Pernahkah kamu merasa telah mengacaukan beberapa momen dalam wawancara kerja? 

SEMACAM lanjutan dari artikel sebelumnya. Wawancara kerja memang merupakan hal yang cukup meresahkan, terutama bagi mereka fresh graduate yang barangkali belum memiliki terlalu banyak pengalaman. Bahkan bagi yang sudah memiliki pengalaman pun hal ini bisa membuat mereka gelisah.

Saking menegangkannya fase ini, kadang sebaik apapun kamu mempersiapkan diri dan merasa percaya diri, ada situasi tertentu yang akhirnya membuat kamu jadi melakukan beberapa kesalahan saat diwawancara. Kesalahan ini bisa saja tidak kamu sadari tapi cukup fatal dampaknya terhadap hasil apakah kamu diterima atau tidak. Leela Srinivasan seorang Chief Marketing Officer sebuah perusahaan perekrutan pegawai yang berbasis di San Fransisco (yang jasa perusahaannya telah dipakai oleh lebih dari 1.200 perusahaan di seluruh dunia) memberi tahu apa-apa saja kesalahan yang mungkin kamu alami saat diwawancarai dan bagaimana cara mengatasinya berikut ini.

interview

 

Bicara bertele-tele tanpa menjawab pertanyaan

Mungkin kamu pernah berada dalam kondisi seperti ini: kamu ditanyakan satu atau beberapa pertanyaan oleh HRD, namun barangkali kamu merasa terlalu gembira (atau tidak terlalu konsentrasi) sehingga akhirnya memberi jawaban yang bertele-tele dan “tanpa isi”. Mungkin kamu tidak menyadari ini, tapi perhatikan Bahasa tubuh HRD atau orang yang mewawancarai kamu. Jika mereka terlihat gelisah atau bingung saat kamu bicara, maka jedalah dan berhenti sebentar. Minta maaf karena jawabanmu mungkin sedikit lari dari konteks, lalu jawab kembali dengan respons yang benar-benar sesuai dengan pertanyaan.

 

Terkesan terlalu menyombongkan diri

Oke, mungkin kamu adalah seorang pekerja dengan sejuta pengalaman. Atau orang yang telah memiliki kemampuan dan skill tak terbatas. Sehingga kamu dengan bangganya terus menceritakan tentang ini kepada HRD yang mewawancara kamu. Tidak masalah. Tapi jika kamu kelewat batas dan terlalu membanggakan diri sendiri, yang ada, kamu justru terlihat sedang menyombongkan diri.

Jika situasinya seperti begini, segeralah kembali ke bumi. Lol. Dan seimbangkan kembali aura pembicaraan itu dengan memberi pernyataan-pernyataan yang menunjukkan kerendahan harimu. Untuk membalikkan pernyataan egosentris yang sempat kamu lontarkan sebelumnya, berikan kalimat-kalimat apresiasi seperti: “Tentu saja keberhasilan saya juga didukung oleh orang-orang hebat yang berada di sekeliling saya.” Atau misalnya, “Pencapaian saya itu tentu tidak akan bisa terjadi jika tidak ada tim atau orang-orang luar biasa yang turut mendukung saya.” Dan seterusnya.

nervous

Tak sengaja atau kebablasan berbicara negatif tentang perusahaan sebelumnya.

Ingat, tidak ada seorang pun yang mau memperkerjakan orang-orang yang tidak melakukan apa-apa selain mengeluh tentang pekerjaan atau perusahaan sebelumnya. Pada saat wawancara, mungkin saja kamu tidak sengaja atau tanpa disadari telah berkata hal-hal negatif tentang pekerjaan atau perusahaanmu sebelumnya. Jika kamu masuk ke dalam situasi seperti ini, lebih baik untuk membalikkan keadaannya menjadi positif kembali. Misalnya seperti dengan mengatakan, “…Tapi, sisi baiknya adalah saya jadi bisa memelajari tentang (sebutkan sisi positifnya—red) di sana.” Atau, “Ya mungkin keadaan sana tidak sempurna, tapi itu jadi membuat saya jadi bisa memahami tentang…”  Dan seterusnya.

 

 

Foto-foto diambil dari Tumblr dan giphy.