Akan ada banyak orang yang menyentuh hatimu namun hanya satu orang yang menyentuh tepat di jantungmu. APAKAH orang tersebut akan memiliki ending yang sama denganmu itu tergantung jodoh dan usaha, Babes!

Bisa jadi inilah pesan yang disampaikan novel Burung Terbang di Kelam Malam karya Arafat Nur. Persepsi orang dalam membaca sebuah karya ‘kan berbeda-beda kalau CUVIOUS sih nangkapnya gitu. Kisah ini dimulai dari Fais seorang wartawan di Lamlhok (Aceh) yang melakukan perjalanan untuk mengungkap kebusukan calon walikota di Lamlhok. Terutama yang ingin diungkapnya adalah perihal perempuan-perempuan simpanan sang calon walikota.

Soalnya nih si sebagian orang mengenal calon walikota karena alimnya dan taat beribadah padahal di sisi lain si calon walikota ini tukang kawin dan selingkuh. Inilah yang membuat Fais gemas dan ingin membuat tulisan tentang kebusukan si calon walikota. Namun, justru yang sebaliknya terjadi dalam perjalanannya menemui para perempuan si calon walikota Fais malah membuat cerita dengan beberapa di antaranya.

Dengan setting Aceh yang terkenal dengan syariat Islamnya yang kuat justru Arafat mengupas sisi-sisi lain dari Aceh, bahwasanya kita semua hanyalah manusia biasa yang juga bisa menggoda dan tergoda. Ending cerita ini cukup mengejutkan dan CUVIOUS tidak mau mengganggu kesenanganmu dengan memberikan spoiler terlalu jelas hehehe…

 

Cheers to good vibes!