Semua orang punya sisi gelapnya sendiri, namun permasalahannya kemana sisi gelap tersebut akan membawamu? Apakah membiarkannya memegang kendali hidupmu atau justru menjadikannya “semangat” untuk membuatmu kuat bertahan dalam pertarungan hidup?

SAYANGNYA sebagian orang memilih untuk menghabiskan sisa hidup dengan berjalan dalam sisi gelapnya dan mati bersama kekelaman itu sendiri. Buku “Gaib” karangan Natsuo Kirino menceritakan tentang kehidupan sebuah keluarga Jepang yang absurd. Seorang pria asing menikahi wanita Jepang dan melahirkan dua anak perempuan yang berbeda rupa. Si adik cantik luar biasa yang saking cantiknya mendekati “mengerikan” sedangkan si kakak biasa saja bahkan rupanya di bawah standard.

photo source: http://japanese-tradition.com.

 

Kesenjangan fisik ini membuat hubungan kakak beradik ini tidak akur. Si kakak penuh dengan keirian dan pertanyaan apakah ada rahasia di keluarganya yang dia tidak tahu, bahwa sesungguhnya mereka bukan kakak-beradik? Rasa iri si kakak semakin menjadi karena sang ayah lebih menyayangi si adik sedangkan si ibu memiliki kebanggaan yang tak bisa disembunyikan dirinya yang bertampang biasa bisa melahirkan anak secantik si bungsu.

Persoalan semakin mencapai titik puncaknya saat ibu mereka meninggal, ayahnya menikah lagi dan kakak-beradik ini kembali dipertemukan di sebuah sekolah elite yang menjunjung tinggi pembedaan strata sosial. Kebencian si kakak semakin menjadi ketika sang adik mendapat tempat yang “tinggi” di sekolah karena kecantikannya yang luar biasa. Klimaksnya ketika sang adik dan temannya ditemukan meninggal dan si kakak membaca buku harian adiknya yang berisi hasrat tergelap si adik.

Buku ini sangat menarik, membeberkan kenyataan kalau semua orang punya sisi hitamnya bahkan si pemeran utama sendiri. Setting Jepang yang begitu hidup, menggambarkan tradisi kelas sosial dan kebiasaan bully di sekolah secara gamblang membuat pembaca benar-benar terasuki dengan isi cerita dalam buku ini.

Ini salah satu quote yang menarik dari buku ini….

I suppose Iā€™m the one responsible for destroying myself

Lingkungan, orang-orang selalu punya alasan untuk menghancurkanmu tetapi kamu sendirilah yang bertanggung-jawab untuk menerima atau melawannya. Sangat inspiratif Babes, monggo dibaca šŸ™‚

Cheers to good vibes!