Melupakan mantan wajib tapi kalo melupakan sejarah jangan sampai ya, Babes! KAMU percaya ‘kan bangsa yang besar adalah bangsa yang nggak melupakan sejarahnya. Indonesia pernah mengalami masa-masa kelam dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan dulu.

Cover Perawan dalam Cengkeraman

Buku Perawan Remaja Dalam Cengkeraman Militer karya Pramoedya Ananta Toer ini merupakan catatan sejarah dari perempuan-perempuan Indonesia yang menjadi korban budak seks tentara Jepang saat Perang Dunia ke II dulu.

Mereka dijanjikan akan diberikan pendidikan di Jepang, nyata-nyatanya bukan sekolah yang didapat melainkan “penghancuran” tubuh dan mental perempuan-perempuan muda Indonesia. Mereka menjadi “penghibur” buat para tentara Jepang yang lelah karena perang. “Digilir” tanpa jeda dan hal-hal di luar nalar kemanusiaan dilakukan kepada perempuan-perempuan Indonesia.

foto-bersama-tapol-di-depan-barak-iii-unit-xv-indrapura-8_phatch-e1335528245219

Nasib sedih nggak berhenti di situ, ketika akhirnya Perang Dunia II selesai, Jepang kalah, mereka yang menjadi “penghibur” tidak dipulangkan ke kampung tempat mereka direnggut melainkan terlunta-lunta. Ada yang terdampar di Bangkok dan banyak juga yang akhirnya menetap di Pulau Buru. Mereka yang menetap di Buru sebenarnya ingin pulang, kembali ke kampung halamannya di Jawa tetapi “terikat” dengan para lelaki Buru yang “menyelamatkan” mereka saat terasing di pulau yang menjadi pembuangan tahanan politik 1965 tersebut.

Fyi, bukan cuma perempuan Indonesia aja yang menjadi korban kebrutalan Jepang di masa lalu tetapi juga Cina, Filipina, Korea dan Taiwan. Makanya, Babes kita bersyukur banget bisa hidup di zaman yang merdeka seperti sekarang. Tetap berpikir postif dan berkarya selagi masih ada kesempatan ya….

 

Cheers to good vibes!

Foto utama diambil dari femina.co.id, foto-foto lainnya dari dwiananta.com, visualdocumentationproject.files.wordpress.com.