Ada yang bilang berat menjadi perempuan. SUDAH “diikat” tubuh, dipaku adat dan sistem lagi! Buku Tempurung yang ditulis oleh Oka Rusmini bercerita tentang problem-problem perempuan dengan setting Bali.

Ada banyak tokoh perempuan yang dikisahkan di sini. Ada Ni Luh Putu Saring, penjaga warung yang bekerja menghidup keluarga karena sang suami hanya ongkang-ongkang kaki. Dulu, hidupnya bahagia, bertubuh sintal, ceria dan masih punya mimpi dan cita-cita. Menikah membuat kemudaannya direnggut dan pil KB membuat kulitnya kusut semrawut.

Glatik adalah perempuan yang melihat pernikahan tidak ada fungsinya setelah melihat bagaimana perlakuan ayahnya terhadap ibu, dia dan saudara-saudaranya. Betapa sang ayah lebih menyayangi burung-burung peliharaan ketimbang keluarganya.

Hukum patriaki dan adat menekan perempuan-perempuan dalam buku ini membuat hidup mereka hanya bergelimang penderitaan. Seorang ibu yang menjual anak perempuannya, ibu lain yang begitu mengharapkan kelahiran anak laki-laki sehingga menelantarkan anak-anak perempuannya. Kesemuanya ini menggambarkan penderitaan yang diturunkan, kesedihan yang digariskan, sehingga membuat kesenduan tidak pernah selesai.

Ada juga seorang perempuan muda Bali yang menikah dengan laki-laki tua yang sebenarnya hanya mengambil keuntungan dengan statusnya sebagai penduduk lokal sehingga bisa membuka usaha di sana.

Beberapa petikan percakapan dalam buku ini juga seakan menegaskan status perempuan-perempuan di dalamnya;

“Punya anak memang berat. Jangan cengeng!” (hl.230)

“Habis melahirkan harus banyak bergerak. Kalau tubuh dibiarkan malas, seluruh tubuh dan urat-urat jadi kaku. Dulu, perempuan-perempuan melahirkan itu susah. Orang modern memang manying, manja!” (hl.234)

Membaca buku ini sebenarnya cukup miris sih. Semua bercerita tent ang kesediha perempuan. Jujur, CUVIOUS lebih suka Tarian Bumi, buku lain Oka Rusmini. Sama-sama ngenes sih tapi gaya penceriteraannya lebih menarik dan fokus pada beberapa karakter yang memiliki benang merah kuat saja. Tidak seperti Tempurung yang terlalu ramai seperti di pasar hehehe.

 

Cheers to good vibes!

Foto-foto diambil dari grasindo, gettyimages.