Pada akhirnya semua akan kembali ke awal mulanya, karena masa depanmu terletak pada masa lalumu.

BUKU yang “kelam” ini sebenarnya memuat banyak sejarah mengenai peristiwa pembantaian di Nanking tahun 1937 ketika Jepang melakukan invasi ke China. Kekejaman yang sampai sekarang menjadi misteri karena peristiwa yang sebenarnya masih simpang-siur. Yah, miriplah dengan yang terjadi dengan Indonesia di tahun 1965. Semua bangsa punya sejarah kelamnya masing-masing ternyata…

Eniwei, dengan latar belakang sejarah tersebut Mo Hayder menulis kisah tentang pertemanan dua orang berbeda kebangsaan Shi Chongming seorang profesor asal China dan Grey mahasiswa London yang terobsesi dengan sejarah Nanking. Mereka bertemu di Jepang dan bersama berusaha menyingkap rahasia tentara Jepang; Junko Fuyuki yang konon mengonsumsi daging manusia supaya bertahan hidup.

Awal membaca lembar-lembar pertama buku ini CUVIOUS sangsi akan sukses menyelesaikannya. Apalagi ada keanehan-keanehan yang tanpa alasan, seperti kenapa Grey terobsesi dengan Nanking, kenapa Shi Chongming terkesan menyembunyikan sesuatu dan memiliki kesedihan yang tak terjelaskan? Kenapa pula, Grey harus menjadi pramuria di sebuah kelab malam tersohor?

Baru di pertengahan cerita, CUVIOUS menemukan benang merah yang mengejutkan tentang masa lalu Shi Chongming dan juga pengalaman lalu Grey. Kenapa masa lalumu terletak pada masa depan? Ya, karena yang membentuk masa depanmu adalah masa lalumu.

Untuk lari dan menghindari dari masa lalu demi mengejar masa depan yang lebih baik adalah mustahil. Berdamai dengan masa lalu lebih masuk akal untuk menjadikan masa depanmu lebih baik. Hidup ini begitu pendek dan tidak ada manusia yang bisa lepas dari karmanya. Buku yang bagus buat yang ingin belajar sepenggal sejarah dunia sekaligus menikmati keindahan fiksi.

photo source: bestourism.com.

 

 

Cheers to good vibes!