Semacam menjawab keraguan para wanita mengapa para pria terkesan sangat gampang jatuh cinta.

PERNAH dengar istilah seperti ini tidak, Babes

“Jika sepasang kekasih pria dan wanita putus, maka yang akan lebih cepat menemukan pasangan baru umumnya adalah para pria.”

Para pria bisa saja adalah orang yang (tadinya) ‘malu-malu’ untuk menunjukkan perasaan mereka terhadap seseorang yang mereka cinta. Sementara wanita kebanyakan agresif, para pria cenderung lebih ‘misterius’ dan tidak bisa ditebak. Tapi mereka justru adalah yang paling cepat untuk jatuh cinta lagi setelah putus dari mantan kekasihnya.

Sebuah studi menemukan bahwa kebanyakan pria akan segera jatuh cinta lagi setidaknya setelah 3 bulan pasca putus, sementara para wanita akan jatuh cinta setelah 5-6 bulan. Kenapa para pria cenderung lebih mudah jatuh cinta daripada wanita?

Berikut penjelasan secara ilmiahnya:

ryan gos

1. Mereka tidak terbiasa membiarkan hatinya kosong dalam waktu lama

Seperti halnya pipa yang bocor, ketika air dari dalam pipa menyembur keluar maka akan sulit sekali menghentikan alirannya. Begitu juga dengan para pria. Begitu seorang  pria mendapatkan cinta yang pernah mengisi hati mereka sampai penuh, maka ketika cinta itu hilang, maka biasanya mereka tidak akan tahan untuk membiarkannya kosong dalam waktu lama. Sehingga mencari cinta baru atau pasangan baru yang bisa mengisi kembali hati mereka (sampai penuh) adalah semacam keharusan. Atau mereka akan terus menderita.

2. Mereka “butuh” seseorang yang tetap peduli kepada mereka

Seorang pria bisa saja menjadi seperti ayahnya, tapi bagaimanapun mereka tetap membutuhkan ibu mereka. Seorang pria biasanya tidak pernah bisa berhenti untuk mencintai ibunya, karena sosok ibu ini adalah pribadi yang lebih menjagai dan memberikan perhatian intens kepada mereka. Sama seperti pasangan wanitanya yang umumnya lebih memperhatikan para pria. Ketika sosok yang suka memberi perhatian dan care seperti ini tidak ada lagi, maka mereka cenderung merasa ada yang hampa. Karena mereka seperti anak laki-laki yang butuh disayangi dan diperhatikan lagi.

rg

3. Para pria umumnya lebih territorial dibandingkan para wanita

Para pria cenderung menjadi kaum yang egosentris. Maksudnya, ketika mereka pernah memiliki hubungan romantic dengan seorang wanita—apalagi jika wanita itu susah didapatkan—maka ketika mereka tidak memiliki hubungan mereka lagi, somehow ada sesuatu yang hilang pada diri mereka untuk dibanggakan. Para pria umumnya suka menunjukkan atau memamerkan sesuatu, terutama yang mereka suka/cinta. Nah ketika itu sudah tidak ada lagi, maka mereka akan berusaha untuk mencarinya lagi.

Kalau Tom hardy sih, gak usah diminta juga udah banyak yang cinta ya? :p
Kalau Tom hardy sih, gak usah diminta juga udah banyak yang cinta ya? :p

4. Karena memang sudah faktor genetis

Ada sebuah studi yang dilakukan oleh Professor Mark van Vugt dan Dr. Johanna van Hood dari University of Amsterdam terhadap sekumpulan para pria dan wanita. Hasil dari penelitiannya ini menemukan bahwa para pria akan lebih cenderung mengejar wanita yang mereka anggap menarik. Reaksi otak pria juga terlihat mengalami distraksi begitu mereka melihat foto wanita cantik, sementara para wanita yang juga diuji pada penelitian itu justru lebih tertarik untuk menyelesaikan penelitian itu. Menurut sang Professor, ketertarikan pria yang sangat cepat terhadap wanita (cantik) ini memang telah menjadi faktor dorongan genetis dan alami. Sudah ada dalam DNA alami para pria, begitu kira-kira penjelasan mudahnya.

 

 

Foto-foto diambil dari ThinkStock photo, giphy dan situs pencari.