Sejarah itu penting dan tak akan hilang, makanya kita butuh media untuk mengabadikan sejarah dan salah satunya adalah lewat foto. DI zaman yang udah canggih kayak sekarang ini, dimana konsumsi informasi nggak punya batasannya lagi, fotografi kian menjelma menjadi kemampuan yang bisa dimiliki siapa aja.

Coba aja lihat di lini media sosial, semua udah jagoan banget menjepret. Mulai dari makanan, fashion, art street semua diabadikan melalui kamera smartphone yang kemudian di-post di sosial media. Tapi nih….ngomongin soal foto jurnalistik bakal lebih dalam dibanding foto lainnya, Babes.

Di acara talkshow fotografi yang diadakan Forum Jurnalis Perempuan Indonesia di Centre Point, Medan (20/4) kemarin, Mafa Yulie Ramadhani fotografer freelance yang bergelut di bidang jurnalistik ini bercerita ada beban moral tersendiri ketika menghasilkan sebuah foto.

Foto jurnalistik tentunya bukan sekadar foto cantik berseni tetapi ada muatan cerita untuk dikabarkan kepada orang-orang sehingga muatan kebenarannya tak terbantahkan. Ketika melihat foto tersebut, orang-orang bisa tahu peristiwa apa yang terjadi.

Nah…buat kamu yang lagi senang-senangnya fotografi, Mafa membagikan tips andalan supaya jepretanmu lebih “bercerita” dan “bernyawa”, check these out!

1. Amati Lingkunganmu

Kamu harus rajin mengasah instingmu untuk melihat sesuatu lewat kacamata “lensamu”. Misalnya nih, ketika keluar rumah dan dalam perjalanan menuju kantor, cobalah untuk memperhatikan orang-orang yang lewat, mereka yang sering kamu temui di perjalananmu, pemilik warung atau kebiasaan tetanggamu yang dulu hanya kamu anggap angin lalu. Dari mereka bukan tak mungkin kamu mendapatkan cerita atau sesuatu yang menarik untuk diabadikan lewat kamera. Intinya sih, belajarlah untuk lebih peka terhadap segala sesuatu yang bersinggungan denganmu.

2. Rajin-rajin Hunting Foto

Setelah berhasil mendapatkan “feel“, mulailah mengarahkan kameramu pada objek dan menjepretnya. Nggak usah takut salah, ragu kalau bidikanmu kurang tepat serta kekhawatiran tak perlu lainnya. Semakin sering memotret, kamu semakin paham mendapatkan angle yang menarik itu bagaimana.

 

3. Belajar dari yang Ahli

Sering-sering melihat foto-foto jurnalis handalan, Babes! Supaya kamu semakin tahu, foto yang bagus itu seperti apa. Pelajari karya-karya mereka dan teknik yang mereka gunakan seperti apa. Kalau bisa jalinlah komunikasi dengan mereka yang ahli. Siapa tahu kamu bisa ikut hunting bareng dan melihat langsung proses kerjanya bagaimana.

 

4. Bergabung dengan Komunitas

Bergaul dengan orang-orang yang memiliki hobi sama denganmu dapat menambah pengalaman dan juga rekan untuk berbagi dan bertukar kesenangan. Kamu dan teman-teman komunitasmu juga bisa saling memberi masukan mengenai jepretan masing-masing plus dengan membangun jaringan kamu bisa mendapatkan info-info terbaru mengenai fotografi, apakah event, pameran dan lain-lain.

5. Join di Pelatihan

Ada banyak pelatihan fotografi yang bisa dengan mudah kamu temukan, entah online ataupun pertemuan private. Gunakan saja kesempatan yang ada ini untuk meningkatkan kemampuanmu, Babes! Bergabung di pelatihan juga membawa keuntungan, dimana kamu bisa berkomunikasi langsung dengan mentor dan teman-teman baru.

Nah…kira-kira gitu, Babes…gimana, siap beraksi dengan kameramu?

 

Cheers to good vibes!

Foto utama diambil dari walldevil, foto-foto lainnya dari collections.mcny.org, metrouk2, shutterstock.com.